Kamis, 10 Februari 2011

Catatan kecil untukmu

Kehilangan mengajarkan kita arti memiliki ,
Kekecewaan mengajarkan kita arti berhati-hati ,
Kesepian mengajarkan kita arti kebersamaan . . .
Percayalah !
di balik setiap yang terjadi selalu ada hikmah yang bisa kita petik ,
Bukankah untuk menguatkan langkah k depan terkadang kita harus mundur selangkah ke belakang ?
Kesalahan & kegagalan seharusnya membuat kita jadi lebih kuat ,
lebih sabar ,
lebih bijaksana ,
lebih yakin bahwa semuanya akan lebih baik !
& memang itulah harga mati dari sebuah proses menuju kedewasaan . . .
Dan janganlah engkau merasa di rugikan oleh orang lain mencoba mengikhlaskan apa yang engkau berikan untuk dia ..
" Be The Better Person Today n next! "

"happy a day"
By.Asyifa Putri Salsabila

Sabtu, 05 Februari 2011

Memaafkan




Dalam agenda hidup saya, kata ini lama sekali tak pernah ada. Kala pertama saya hendak memaafkan dengan sungguh- sungguh, susahnya luar biasa.

Ada saja yang menghalangi saya berani melakukan tindakan yang mudah diucapkan dan sulit dilakukan itu, terutama untuk mereka yang pernah menyakiti hidup saya, yang menggosipkan saya bahwa saya tukang gosip hanya karena saya mengucapkan sesuatu dari mulut, sementara mereka yang menggosipkan saya membicarakan orang di dalam hatinya.

Jadi, yang kelihatan menjadi tukang gosip saya dan mereka yang mengumpat di dalam hati tetap terlihat seperti malaikat.



Pipi kiri dan pipi kanan

Jadi, rencana mulia itu selalu tertunda-tunda, sampai belasan tahun lamanya. Saat saya sudah merasa siap, ada saja pikiran yang tiba-tiba muncul yang mengatakan mengapa harus memaafkan, lha wong mereka memang salah kok, mereka memang yang jahat pada saya, mereka ini dan mereka itu. Dan, rencana itu senantiasa kandas di tengah jalan.

Apalagi kalau mengingat kalimat dalam ajaran agama saya yang mengatakan, orang menampar pipi kirimu berikanlah juga pipi kananmu. Wah… itu benar tak masuk akal untuk saya. Kalau orang mencium pipi kiri saya, maka saya tak hanya akan memberikan pipi kanan saya, tetapi semua area di tubuh saya.

Memberikan pipi untuk ditampar? Ya, mending saya tampar balik dan tak hanya kedua pipinya kalau bisa. Maka, memaafkan menjadi sebuah hal yang tak masuk akal. Terutama meminjam alasan teman saya yang “bijaksana” yang senantiasa mengatakan, “Yah… kita kan manusia biasa, sangat normal kalau kita punya banyak kelemahan dan susah memaafkan.”



Awalnya saya sangat menyetujui pikiran teman saya itu. Saya ini kan tak sempurna, jadi normal kalau yang tak sempurna menghasilkan sesuatu yang tak sempurna, bukan? Yang tak normal adalah bila yang tak sempurna mampu menghasilkan yang sempurna.

Namun, dengan berjalannya waktu, setelah dipikir-pikir lagi, bagaimana teman saya bisa mengatakan saya manusia yang punya banyak kelemahan, termasuk lemah syahwat, tetapi memiliki kekuatan menghina, mengejek, dan menjelekkan orang?

Saya pikir kalimat yang kelihatan bijaksana dari mulut teman saya itu hanyalah alasan untuk tidak memberi kesempatan kepada dirinya memanfaatkan kekuatan yang ada pada dirinya sendiri. Atau mungkin ia tak bisa lagi melihat ia punya kekuatan karena seringnya mengatakan manusia punya kelemahan. Dengan kata bijaksananya itu ia seperti ingin mengajarkan saya untuk tetap tinggal dalam kelemahan itu.



Pemadam kebakaran

Mengapa saya senantiasa memilih dan merasa nyaman untuk berdiri dan mengaminkan saya punya banyak kelemahan, tetapi tak mau—bukan tak mampu—mencoba memberanikan diri meloncat ke sisi di mana saya punya kekuatan. Kalau saya punya kekuatan untuk menghina dan menyakiti orang, mengapa saya tak menggunakan kekuatan itu untuk memaafkan kembali mereka yang telah membuat hidup saya bertahun lamanya seperti neraka?

Coba Anda perhatikan kalimat terakhir yang saya tulis di atas. Mereka yang telah membuat hidup saya seperti neraka. Sekali lagi, saya masih memilih berdiri di sisi kelemahan saya sehingga saya bisa menuliskan bahwa yang membuat hidup saya sengsara seperti neraka bertahun lamanya adalah mereka yang menyakiti saya.

Mari coba meloncat dengan saya ke sisi kekuatan yang ada dalam diri saya. Kalau saja saya bisa berdiri di sisi kekuatan saya, maka saya akan menulis, yang membuat hidup saya sengsara seperti nereka tak lain adalah diri saya dan bukan mereka.

Namun, saya membiarkan diri saya terus berdiri di sisi kelemahan saya sehingga neraka kebencian itu terus menyala-nyala bertahun lamanya. Selamatnya saya tak jadi gosong karena terbakar amarah dan ketersinggungan.

Saya sekarang baru mau mencoba meloncat ke sisi kekuatan yang ada pada diri saya karena pada sisi yang baru ini saya akan seperti tim pemadam kebakaran yang siap meluncurkan air lewat pipanya yang besar dan dengan kekuatannya yang dahsyat sehingga api yang membakar diharapkan bisa dikalahkan. Diharapkan, karena belasan tahun lalu kantor di mana saya bekerja terbakar dan tim pemadam kebakaran datang dengan pipanya yang besar, tetapi tak punya kekuatan sehingga air yang keluar seperti orang buang air kecil.

Jadi, bila air saya bisa keluar dengan deras, saya tak perlu terbakar begitu lamanya. Karena air yang memadamkan akan memadamkan pikiran negatif saya dan saya siap memaafkan.

Orang lain bisa saja menjadi pencetus kebakaran, tetapi saya yang harus bertanya apakah saya ingin mempertahankan kebakaran itu atau tidak. Kalau tidak, maka sayalah yang harus berperan sebagai pemadam kebakaran dengan mempersiapkan kekuatan agar airnya tetap bisa kelewi (keluar maksudnya) secara maksimal.

Artinya, saya memang punya kelemahan, tetapi saya tak bisa hanya berhenti di situ dan merasa nyaman dengan kelemahan itu. Saya punya kekuatan, saya harus mampu berdiri di sisi yang positif ini. Dan satu hal yang akan saya ingat terus, saya ini anggota pemadam kebakaran.

“Hmm… fireman? ABCD dong,” kata teman saya. “Ai bo, cakep deh.”



Kalah atau Menang

1. Kalau Anda memutuskan memaafkan siapa pun, baik itu musuh, lawan politik Anda, atau orang yang menyakiti Anda, maka ingatlah, tindakan Anda itu adalah tindakan mulia. Bukankah ketika tiba saatnya Anda harus menghadap Sang Pencipta, maka tindakan mulialah yang diperlukan? Maka, jangan sampai ketika datang waktunya yang tak seorang pun tahu itu dan Anda tak bisa membuat janji terlebih dahulu seperti kebiasaan Anda membuat janji dengan dokter gigi langganan, Anda malah sedang naik pitam dan menyimpan dendam di lemari hati Anda.

2. Memaafkan adalah bukan soal kalah dan menang. Memaafkan adalah soal keberanian dan kemauan menjadi seorang pemadam kebakaran atau tidak. Kalaupun Anda kemudian mampu menjadi pemadam kebakaran dan Anda merasa menang karenanya, itu pun bukan berarti Anda menang atas musuh Anda, tetapi Anda memenangi pertandingan melawan kekerasan hati Anda. Itu yang membuat bila Anda mampu memaafkan, maka Anda akan memiliki perasaan yang luar biasa bak pemenang, bukan sebagai manusia kalah perang.

3. Suatu hari teman ibu saya bercerita suaminya mempunyai musuh bebuyutan sejak mereka masih muda. Kebencian itu bahkan nyaris berakhir dengan bentrok fisik. Suatu hari, setelah puluhan tahun dendam itu bersarang di hati keduanya, suami teman ibu saya itu menghadiri sebuah acara perkawinan dan kebetulan musuh lamanya juga hadir di acara itu. Suami teman ibu saya duduk bersama teman-temannya. Datanglah si musuh bebuyutan ini ke meja itu dan ia hanya menyalami teman-teman lainnya dan tidak suami teman ibu saya itu. Pada akhir acara, sebelum para undangan pamit pulang, suami teman ibu saya itu memutuskan untuk meninggalkan acara itu terlebih dahulu. Setelah menyalami teman-temannya dalam satu meja, ia mendatangi meja di mana musuh bebuyutannya itu duduk dan menyalaminya, menanyakan kabarnya, kemudian pamit pulang. Nah, kalau Anda ada pada kondisi seperti itu, Anda mau menjadi seperti suami teman ibu saya atau tetap menjadi si musuh bebuyutan?

4. Memaafkan sama sekali bukan sebuah tindakan yang sulit. Anda mau atau tidak, itu masalahnya. ****


bye : Asyifa Queen

Kesempurnaan

Seorang lelaki yg sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya.Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yg memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tsb menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung ; mana yang paling sempurna.

Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang,ia berkata kepada bapak Petani," Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan."

Hari berikutnya ia pergi dgn anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata,"Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling."

Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata,"inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna."

Lalu menikahlah si Lelaki dgn anak ketiga Petani tersebut. Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya " Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak. Anak bapak cantik dan saya Tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?""

Petani menjawab," Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan . Waktu itu Ia sudah hamil duluan....."

Kadangkala saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat kemudian kekecewaan. Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segala sesuatunya akan terasa istimewa.

creative bye : Asyifa Queen

Tangan Terindah Di Dunia


mama prnah mngajak q untuk mnemani'a mmbeli kebaya. mskipun q tdk suka prgi brsama orng lain, namun q tdk q tdk mnolak ajakan mama, q bknlah orng yg sabar, tp hri tu q brusaha bersikap sabar kpd mama.hmpir smua toko yg mnjual kebaya n mama slalu mncoba kebaya yg di jual 1 per 1, namun blm ada jg yg co2k di hatinya. akhirnya di tokon trakhir yg kmi kunjungi ma2 mnemukan sbuah kebaya merah yg indah. ia mmbawa kebaya itu ke kamar ganti n q ikut masuk ke dalam brsama'a. q sngaja ikut msuk, krn dgn bgitu ma2 tdk akan brlama-lama disana.

mataku mnyaksikan dgn jelas bgai mn ke-2 tgn mama yg sudah mlai di lumpuhkan pleh pnyakit radang sendi berusaha mngancing bagian blakang kbaya itu. ia sudah brusaha sedapat mungkin, tetapi krn tngan'a yg mlai kaku ia tdk dpt mlakukannya. q buru2 kluar n mnghapus air mataku. saat itu jg ketidak sabaranku brganti dgn rasa haru trhadapnya. setelah menenangkan hati n mnghapus air mataku, q kmbali kedalam kamar ganti n mngancing bagian blakang kebaya mama.

meskipun hanya beberapa nsaat lamanya q menemani ma2 mmbeli kebaya, ttpi kejadian di kmr ganti pd hri itu tdk akan kulupakan. dibenakku slalu saja terbayang kedua tngan ma2 yg brusaha mngancing kebayanya. q tringat bgai mn dulu tngan itu bgitu lincah ktika mnggendong,mnyuapi,memandikan, memakaikan baju,mnyisir, mmbelai n mrapikan lmariku n yg pling pnting dr smua'a tngaN itu sllu trlipat brdoa untuk ku. kini tngan itu kmbali mnyentuh hatiku dgn cara yg bgitu mmbekas di hati n mmbuatku haru. sore itu q pergi ke kamar ma2, mraih kdua tngannya, mnciumnya n mngatakan:
"bgiku tngan ma2 mrupakan tngan terindah di dunia" hari itu q brsukur kpd Tuhan krn Ia tlah nmmbukakan mataku untuk mlihat btapa brharga n tak trnilai ksih sayang seorng ma2.

kpn trakhir x engkau memeluk ibumu ?? adakah engkau mngingatnya, pling tdk mnyelipkan nmnya di dlm doamu, brdoa untuk kesehatan, kbahagiaan n damai sejahtra di hatinya. tangannya memang tak sekuat dulu lagi, mngkin tak bnyk yg dpt diperbuatnya bagimu, krn tngan itu sdh trmakan usia n telah bnyk hal yg sdh dikerjakannya. ia tdk dpt lg mnuntun tnganmu atau memasak makanan kesukaanmu, tetapi kekuatan n kerajinan tangannya di msa lalu telah brhasil mnjadikanmu seperti saat ini. maka sngtlah tepat jika Tuhan nyuruh kita untuk mmbalas budi baik orng tua.

mari nyatakan kepedulian n ksih sayang kpd orng tua, buat mreka bahagia mskipun saat ini mreka tdk bisa lg brbuat bnyk untuk anak-anaknya.

creative bye :  Asyifa Queen

Jumat, 04 Februari 2011

Kisah Seorang Anak Kecil Yang Buta

Seorang anak kecil duduk di antara anak tangga di sebuah bangunan deng
 an topi di kakinya....
Dia memegang sebuah papan yang bertuliskan ''aku buta,tolong aku'' saat itu hanya ada beberapa koin saja dalam topinya.
Seorang pria melintas di depannya,,dia mengambil beberapa koin dalam kantongnya dan menaruhnya ke dalam topi anak tersebut.
Pria itu kemudian mengambil papan pada anak kecil itu,membalikkan papan pada anak kecil itu,membalikkan papan itu dan menulis beberapa kata,menaruhnya kembali dan berjalan meninggalkan anak kecil tersebut.
Segera topi itu  terisi dan semakin penuh,begitu banyak orang memberikan uang kepada anak kecil yang buta itu.
Pada sore harinya pria yang menganti tulisan di papan melintas kembali untuk melihat perubahan apa yang terjadi.
Anak kecil itu mengenali suara langkah kakinya dan bertanya : ''apakah kamu yang menganti tulisan pada papankupagi hari ini?
Apa yang kamu tulis?
Pria tersebut menjawab ''Aku menulis apa yang kamu tulis hanya dengan cara berbeda''
aku menulis ''hari ini adalah hari yang indah,hanya saja aku tidak bisa melihatnya''
Kedua kalimat tersebut memberi arti yang sama bahwa anak kecil itu tidak bisa melihat (buta).
Kalimat 1 memberitahukan secara langsung bahwa anak kecil tersebut buta,sedangkan kalimat 2 memberitahukan bahwa mereka sungguh beruntung bahwa mereka tidak buta.
Yang bisa kita petik dari cerita ini adalah.
>>Bersyukur atas apa yang kamu miliki
>>Jadilah kreatif
>>Jadilah innovative
>>Berfikirlah dengan cara yang berbeda dan positif.
>>Ketika hidup memberi kamu 100 alasan untuk  menangis,tunjukkanlah bahwa hidup juga memberi km 1000 alasan untuk tersenyum.

>>Hadapi masa lalumu tanpa kecewa
>>Hadapi masa depanmu dengan percaya diri,siapkan masa depan tanpa ketakutan.
>>Pertahankan iman dan jauhkan rasa takut.

Hal yang paling indah adalah membuat orang lain tersenyum dan terlebih indah lagi,bila mengetahui bahwa kamu di balik itu semua....

creative bye : Asyifa Queen

Selasa, 01 Februari 2011

Kanker Hati Paling Banyak Menimpa Laki-laki

Jakarta, Saat ini diketahui laki-laki lebih banyak menderita kanker hati dibandingkan dengan perempuan. Kenapa bisa begitu?

"Asia merupakan penyumbang kanker hati terbesar di dunia dan laki-laki lebih banyak kena dibandingkan perempuan dengan perbandingan sebesar 3:1 sampai 5:1 untuk laki-laki," ujar Prof dr H Ali Sulaiman, PhD, SpPD, KGEH, FACG dalam acara 'Tingkatan Harapan Hidup Pasien Kanker Hati dengan Terapi Target' di Hotel Intercontinental, Jakarta, Selasa (1/2/2011).

Prof Ali menuturkan untuk negara-negara di Asia Pasifik sebanyak 70 persen penyebab kanker hati akibat hepatitis B, sedangkan untuk negara-negara di Eropa, Amerika dan Jepang kebanyakan akibat hepatitis C.

Sampai saat ini penyebab pasti mengapa laki-laki lebih banyak menderita kanker hati masih belum jelas betul. Beberapa hal diduga menjadi penyebabnya seperti:

  1. Adanya perbedaan hormonal
  2. Laki-laki lebih sering terpapar penyebab hepatitis karena lebih banyak berada di luar rumah
  3. Ada juga yang bilang karena perempuan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dibanding laki-laki

"Tapi memang diketahui penyakit hepatitis B dan C paling banyak terjadi pada kaum laki-laki dibanding perempuan," ungkap dokter yang mendapatkan gelar PhD dari Kobe Jepang tahun 1989.

Perjalanan untuk menjadi kanker hati terbilang panjang, awalnya virus hepatitis B masuk ke dalam tubuh lalu menimbulkan kerusakan dan merangsang sel-sel beraktivasi. Akibatnya akan timbul nodul-nodul (tonjolan) pada hati yang jika berlangsung terus menerus bisa menyebabkan sirosis hingga menjadi kanker hati.

"Jika dalam riwayat keluarga ada yang memiliki penyakit hepatitis atau kanker maka harus diwaspadai, karena faktor gen yang diwariskan ini bisa mempercepat timbulnya abnormal nodul yang menjadi bakat kanker," ujar Prof Ali.

Selain akibat hepatitis B dan C, beberapa kondisi lain juga bisa menjadi faktor risiko kanker hati seperti obesitas, perlemakan hati (fatty liver), diabetes, paparan jangka panjang alfatoksin (toksin pada kacang tanah), merokok dan konsumsi alkohol serta penggunaan steroid anabolik jangka panjang.

Lalu bagaimana mengobati kanker hati?

"Untuk menentukan pilihan pengobatan kanker hati (hepatocelluler carcinoma/HCC) harus memperhatikan beberapa hal seperti stadiumnya, ukuran dari tumor, fungsi hati secara keseluruhan dan status kesehatannya," imbuhnya.

Jika kondisi pasien secara keseluruhan sudah diketahui dengan baik, maka pengobatan yang dilakukan bisa bersifat menyembuhkan (cureable) untuk kanker stadium awal dan bersifat paliatif untuk kanker stadium lanjut.

Beberapa pilihan pengobatan untuk kanker hati bisa dilakukan seperti:

Pengobatan yang bersifat menyembuhkan
  1. Reseksi, yaitu dengan memotong nodul atau mengangkat tumor dan jaingan di sekitarnya. Teknik ini dilakukan jika tumor yang dimiliki kecil (kurang dari 2-3 cm) dan terletak pada satu lokasi.
  2. Transplantasi hati, yaitu dengan mengangkat semua jaringan hati lalu menggantinya dengan hati yang baru. Teknik ini dilakukan untuk tumor yang kecil tapi memiliki sirosis yang parah.
  3. Radiofrequency ablation (RFA), yaitu dengan menggunakan frekuensi listrik tinggi untuk menghancurkan sel tumor. Teknik ini menggunakan panduan ultrasound lalu dengan menggunakan getaran listrik tumor bisa menjadi rusak dan hancur.

Pengobatan yang bersifat paliatif
  1. TACE (Transarterial chemoembolisation), yaitu dengan menghambat persediaan darah ke tumor menggunakan obat kemoterapi yang langsung disuntikan ke tumor. Jika persediaan darahnya dihambat maka tumor tidak mendapatkan asupan makanan sehingga tumornya akan mengecil.
  2. Sorafenib, yaitu obat yang bekerja dengan menargetkan sel tumor dan pembuluh darah tumor yang diberikan pada pasien kanker hati stadium lanjut yang sudah tidak bisa dioperasi. Sorafenib telah disetujui lebih dari 90 negara sebagai pengobatan untuk kanker hati dan kanker ginjal stadium lanjut. Di Indonesia sorafenib telah disetujui pada tahun 2008.

"Pengembangan sorafenib juga digunakan pada pasien yang sedang menunggu proses transplantasi hati untuk mencegah progresi penyakit, serta sebagai terapi tambahan pada pasien yang telah melakukan reseksi untuk mencegah kekambuhan dan memperpanjang masa survival," ungkapnya.

Prof Ali menyarankan bagi masyarakat agar jangan menyepelekan penyakit hepatitis, sebaiknya penyakit ini mendapatkan perawatan yang baik untuk mencegah terjadinya sirosis dan juga kanker hati.
http://health.detik.com/